Leadership Menurut Para Pakar

Leadership Menurut Para Pakar

Leadership Menurut Para Pakar – Sebuah kondisi yang mencekam hadir membersamai perjalanan umat Islam menuju mekkah. Kala itu mereka umat Islam yang hendak melakukan ibadah Umrah. Bagaimana tidak, Semua orang pada saat itu sudah memakai baju Ihramnya dan tanpa membawa senjata apapun, tetapi ditengah perjalanan dari Madinah menuju Mekkah, mereka semua di cegat oleh segerombolan kafir quraisy bersenjata lengkap dengan pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid Bin Walid (sebelum masuk Islam). Mereka sengaja ingin memprofokasi dan membuat para pengikut Rosululloh SAW geram sehingga terjadilah pertengkaran yang nantinya memenangkan kafir Quraisy pada saat itu. Akhirnya para sahabat mencoba menahan amarahnya, bahkan sahabat Bilal bin Rabah pun tak luput dari profokasi yang dilakukan oleh khalid bin walid bersama rekan-rekannya.

Untuk menghindari konflik terbuka maka Nabi mengutus utusan untuk menjelaskan maksud kedatangannya ke Mekah. Melalui utusan, Nabi memberitahukan kedatangannya hanyalah untuk umrah, mempersembahkan kurban dan kembali ke Madinah. Tetapi suku Quraish tetap bersikeras menolak kedatangan mereka.

Kemudian Nabi mengutus Umar bin Khattab untuk pergi ke Mekah sebagai delegasi untuk menjelaskan kepada suku Quraish maksud damai kedatangan Nabi. Tetapi Umar bin Khattab menolak untuk pergi karena dia memiliki banyak musuh di sana dan berpikir tidak ada orang di Mekah yang bisa melindunginya. Kemudian Umar menyarankan Nabi untuk mengutus Utsman bin Affan sebagai utusan. Maka berangkatlah Utsman bin Affan.

Kaum Quraisy memperlakukan Utsman dengan baik dan membebaskannya untuk melakukan umrah. Tetapi Utsman bukanlah pribadi yang egois. Dia memilih untuk tidak melakukan umrah kecuali jika suku Quraisy juga menerima Nabi dan semua kaum Muhajirin yang hendak melakukan umrah.

Hal ini ditolak oleh kaum Quraisy. Bahkan terdengar kabar ke rombongan Nabi bahwa Utsman bin Affan dibunuh oleh kaum Quraish. Segera Nabi memerintahkan rombongannya untuk melakukan ikrar ridwan (ikrar kesetiaan) sampai mati.

Kaum Quraisy yang mendengar hal itu menjadi gentar sehingga membebaskan Utsman bin Affan. Kaum Quraisy pun mengutus Suhail bin Amr untuk menegosiasikan perdamaian dengan Nabi. Karena pribadi yang kaku dari Suhail bin Amr yang kaku maka proses negosiasi tersebut berjalan melelahkan.

Salah satu bentuk kekakuan Suhail Bi Amr saat berunding adalah mempermasalahkan kalimat Basmalah dan Rosululloh.

“Aku tidak mengakui Tuhan yang Kalian Percayai kecuali Tuhan kami Sendiri, maka hapuslah kalimat ini (Bismillah)!.” Kata Suhail

Melihat ocehan seperti itu para sahabat mulai Geram. Tak terkecuali Umar Bin Khattab. Dia hampir menghunus Pedangnya. Namun dicegah oleh Bilal bin Rabah.

“Disini tertulis Rosululloh?. Jika kami mengakui engkau adalah Rosululloh maka tak mungkin kami berperang Melawanmu, Maka Hapus tulisan itu, dan tuliskan saja Muhammad Bin Abdulloh!”. Cetus Suhail didepan Rosululloh SAW.

Tak khayal semua menjadi geram dan mengancam Suhail setelah dia berani mengucapkan kata-kata tersebut didepan Rosululloh. Tetapi kemudian kesepakatan tercapai. Rosululloh bersedia menghapus kedua kalimat tersebut.  Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani pada dua salinan, satu untuk masing-masing pihak. Dokumen asli Perjanjian Hudaibiyah dipertahankan oleh Nabi Muhammad SAW sementara duplikat diserahkan kepada Suhail untuk diamankan di arsip Mekah.

Walaupun ada beberapa sahabat Nabi yang meresponi negatif hasil perjanjian dan sempat menolak untuk ikut mempersembahkan kurban unta. Tetapi kemudian terbukti bahwa perjanjian Hudaibiyah merubah pola pikir kaum Quraisy terhadap orang Muslim.

Rosululloh SAW justru mengambil kesempatan perdamaian dan gencatan senjata selama10 Tahun itu untuk digunakan meluaskan Syi’ar Islam ke seluruh Penjuru Negeri. Dan Terbukti dari Flexibelitas itu Islam semakin banyak pengikutnya. Awalnya Quraisy memandang Nabi adalah pemberontak dari Mekah. Tetapi kemudian mereka menerima Nabi bahkan pada kisah selanjutnya mereka mengakui Madinah sebagai suatu negara. Perjanjian Hudaibiyah adalah contoh peperangan yang diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan membantu penyebaran Islam di Semenanjng Arab.

Dari Kisah Rosululloh SAW diatas kita bisa melihat bagaimana karakter dan keputusan yang diambil oleh seorang Leader. Rosululloh dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Michael H. Hart menempatkan Rosululloh SAW dalam urutan pertama sebagai Orang yang berpengaruh di dunia Sepanjang Masa. Hal ini juga membuktikan kualitas beliau sebagai manusia sekaligus sebagai pemimpin Agung akhir Zaman. Seorang Leader yang Peka terhadap kualitas teamnya sehingga mengutus Usman Bin Affan sebagai Utusan menuju Mekkah. Beliau Juga Seorang Leader yang Flexibel dan Visioner sehingga mampu memanfaatkan sebuah situasi yang menurut teamnya buruk tetapi justru menjadikannya sebagai Peluang untuk Syi’ar Islam dimasa depan. Alhasil Islam semakin membesar hingga sekarang. Benar kan?. Dan Masih banyak lagi contoh leadership yang diaplikasikan oleh Beliau Rosululloh SAW.  

Dari kisah tersebut kita bisa mengambil banyak pelajaran dalam konteks leadership. Kita ketahui bersama bahwa manusia diciptakan untuk menjadi seorang khalifah atau dalam Bahasa kininya Namanya leader. Selain mempimpin sebuah team diberbagai wilayah sosial, tetapi yang paling penting adalah memimpin dirinya sendiri. Karena jika itu tidak dilakukan maka jabatan leader yang diembannya justru akan mencelakakan orang lain. Bukanya menghasilkan kebaikan tetapi justru keburukan yang didapatkannya. Apa Makna Leadership bagi Anda?.

Leadership Menurut Para Pakar

  • Leadership menurut C. Schenk “Leadership” : kemampuan untuk mengetahui orang dengan cara persuasi, serta melalui inspirasi daripada dengan melalui briefing, ataupun ancaman yang terselubung.
  • Leadership menurut Ott (1996) : proses hubungan antarpribadi, yang di dalam hubungan tersebut terdapat seseorang yang berpengaruh terhadap sikap, kepercayaan, khususnya terhadap perilaku orang lain.
  • Leadership Menurut John C. Maxwell adalah Pengaruh, Tidak kurang dan tidak Lebih.
  • leadership menurut Moejiono (2002) : akibat dari pengaruh yang berlangsung satu arah, dikarenakan pemimpin yang mungkin mempunyai kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya, serta cenderung merupakan pemaksaan atau pendesakan pengaruh yang dilakukan secara tidak langsung, sebagai sarana membentuk suatu kelompok yang sesuai dengan keinginan pemimpin.
  • Leadership menurut P. Pigors (1935) : proses saling mendorong, yang dilakukan melalui keberhasilan interaksi dari aneka perbedaan individu, dan dilakukan dengan cara mengontrol daya manusia saat mengejar tujuan bersama.
  • Leadership menurut Hemhiel dan Coons (1957:7) : perilaku dari seorang individu, yang memimpin aktivitas-aktivitas kelompok tertentu agar supaya sampai pada suatu tujuan yang hendak dicapai bersama (shared goal).
  • Leadership menurut Harold Koontz (1989) : pengaruh, seni, atau pun proses dalam mempengaruhi orang-orang, supaya orang -orang tersebut bersedia untuk berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.

Jika Kita melihat dengan seksama pada pengertian leadership yang disampaikan oleh para pakar semua hampir tertuju pada satu arah yang yaitu sebuah PENGARUH PERSONAL TERHADAP SEBUAH KELOMPOK. Jika personal yang membawakan pengaruh tersebut baik maka akan mudah diterima oleh kelompok dan memberikan dampak kebaikan dalam kelompok tersebut. Namun Jika sebaliknya jika personal yang membawa pengaruh tersebut buruk, maka Anda bisa pikirkan sendiri apa yang akan terjadi pada kelompok tersebut.

Demikianlah Makna Leadership Menurut Para Pakar yang mengambil contoh oleh Rosululloh SAW dan Makna yang diterjemahkan oleh para Ahli Leadership di Dunia.

Sumber Informasi :
https://dian-saputra.com/
https://sinergicorporaindonesia.com /
https://diansaputrasci.com/
https://jasa-motivator.com/
https://motivatorcorporate.com/

Konsultasi Program
Hubungi Kami
Admin Dian Saputra & Associate
Halloo..Semangat Pagi
Salam Kenal, Saya Syifa dari Team Dian Saputra & Associate.

Ada yang bisa Kami Bantu Terkait Program Trainingnya ?