
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat – Di tengah banyaknya informasi yang di terima pelanggan setiap hari, membuat pesan marketing yang mudah di ingat menjadi tantangan tersendiri. Hampir setiap bisnis ingin produknya di kenal. Namun, tidak semua pesan mampu bertahan di ingatan pelanggan setelah mereka selesai melihat iklan, membaca konten, atau menerima penawaran.
Sering kali masalahnya bukan karena produknya kurang bagus. Pesannya justru terlalu panjang, terlalu umum, atau terlalu banyak informasi dalam satu waktu. Akibatnya, pelanggan melihat pesan tersebut, tetapi tidak benar-benar memahami inti yang ingin di sampaikan.
Karena itu, perusahaan perlu memikirkan kembali cara berkomunikasi dengan pelanggan. Pesan marketing yang baik bukan hanya menarik perhatian sesaat, tetapi juga membantu pelanggan memahami siapa brand tersebut, apa yang di tawarkan, dan mengapa produk atau layanan itu relevan bagi mereka.
Sinergi Corpora Indonesia menekankan bahwa branding tidak hanya berkaitan dengan logo dan visual. Branding juga berhubungan dengan identitas bisnis, persepsi pelanggan, target market, pesan yang di sampaikan, serta konsistensi komunikasi. Hal tersebut menjadi dasar penting dalam membuat pesan marketing yang lebih mudah di kenali dan di ingat.
Mengapa Pesan Marketing Perlu Mudah Di ingat?
Pelanggan tidak selalu langsung membeli setelah melihat sebuah promosi. Mereka mungkin baru mengenal brand hari ini dan baru membutuhkan produknya beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.
Dalam kondisi seperti itu, pesan yang mudah di ingat dapat membantu brand tetap muncul dalam benak pelanggan ketika kebutuhan mulai muncul.
Bayangkan seseorang pernah melihat sebuah brand, tetapi tidak dapat mengingat apa yang di tawarkan. Kemungkinan besar brand tersebut akan sulit menjadi pilihan ketika pelanggan mulai mencari solusi.
Sebaliknya, ketika sebuah pesan memiliki karakter yang jelas dan mudah di pahami, pelanggan memiliki sesuatu yang dapat mereka ingat. Karena itu, komunikasi marketing sebaiknya tidak hanya bertujuan mendapatkan perhatian, tetapi juga membangun ingatan terhadap brand.

Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Mulai dari Satu Pesan Utama
Salah satu cara paling sederhana untuk membuat pesan marketing lebih mudah di ingat adalah menentukan satu pesan utama.
Banyak perusahaan ingin menyampaikan semuanya sekaligus. Produk di jelaskan, keunggulan di sebutkan, promo di masukkan, fitur di tampilkan, kemudian masih di tambahkan berbagai informasi lainnya.
Akibatnya, tidak ada satu pesan yang benar-benar menonjol.
Padahal, pelanggan akan lebih mudah memahami komunikasi ketika inti pesannya jelas. Karena itu, sebelum membuat iklan atau konten, tentukan terlebih dahulu satu hal yang ingin pelanggan ingat.
Misalnya, apakah brand ingin di kenal karena pelayanan yang cepat? Apakah ingin di kenal karena solusi yang praktis? Atau karena kualitas produk yang konsisten?
Setelah satu pesan utama di temukan, informasi lainnya dapat di gunakan untuk mendukung pesan tersebut.
Dengan begitu, komunikasi terasa lebih fokus dan tidak membuat pelanggan harus menebak-nebak apa sebenarnya yang ingin di sampaikan.
Gunakan Bahasa yang Sederhana
Pesan marketing tidak harus menggunakan kata-kata yang rumit agar terlihat profesional.
Justru, semakin mudah di pahami, semakin kecil kemungkinan pelanggan kehilangan inti pesannya.
Sinergi Corpora Indonesia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan persuasi dalam pengembangan Sales & Marketing Excellence. Komunikasi yang efektif membantu pesan lebih mudah di terima dan di kaitkan dengan kebutuhan pelanggan.
Karena itu, hindari kalimat yang terlalu panjang ketika sebuah ide bisa di sampaikan dengan lebih sederhana.
Alih-alih menggunakan banyak istilah teknis, jelaskan manfaatnya menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian pelanggan.
Pesan seperti ini biasanya terasa lebih manusiawi. Pelanggan tidak merasa sedang membaca penjelasan yang terlalu formal, tetapi seperti sedang mendapatkan informasi dari seseorang yang benar-benar memahami kebutuhannya.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Bicara tentang Kebutuhan Pelanggan
Pesan marketing akan lebih mudah mendapatkan perhatian ketika pelanggan merasa bahwa pesan tersebut berhubungan dengan dirinya.
Karena itu, jangan hanya berbicara tentang perusahaan dan produk. Cobalah melihat persoalan dari sudut pandang pelanggan.
Apa yang sedang mereka cari? Apa yang biasanya menjadi pertimbangan sebelum membeli?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu perusahaan memilih sudut komunikasi yang lebih tepat.
Sinergi Corpora Indonesia dalam materi Sales Excellence juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan customer sebelum menawarkan solusi. Pendekatan ini membantu komunikasi penjualan menjadi lebih relevan daripada sekadar menyampaikan informasi produk.
Ketika pelanggan merasa kebutuhan mereka di pahami, pesan marketing tidak lagi terdengar seperti promosi biasa.
Fokus pada Manfaat, Bukan Hanya Fitur
Fitur memang penting. Namun, pelanggan biasanya lebih tertarik pada dampak yang mereka rasakan setelah menggunakan produk.
Misalnya, sebuah aplikasi memiliki fitur otomatisasi. Fitur tersebut merupakan kemampuan produk. Akan tetapi, manfaat yang lebih mudah di pahami pelanggan mungkin adalah pekerjaan menjadi lebih praktis dan waktu dapat di gunakan untuk aktivitas lain yang lebih penting.
Cara menjelaskan seperti ini membuat pesan menjadi lebih dekat dengan kebutuhan.
Jadi, ketika membuat komunikasi marketing, jangan berhenti pada pertanyaan “Apa yang di miliki produk ini?” Tambahkan pertanyaan “Apa manfaatnya bagi pelanggan?”
Perubahan sederhana tersebut dapat membuat pesan jauh lebih kuat.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Hindari Terlalu Banyak Klaim
Ada kecenderungan dalam marketing untuk menggunakan banyak kata yang terdengar menarik. Produk di sebut terbaik, paling lengkap, paling berkualitas, paling inovatif, dan berbagai klaim lainnya.
Masalahnya, ketika terlalu banyak brand menggunakan bahasa yang sama, pesan justru terdengar biasa.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memilih klaim yang benar-benar dapat di jelaskan dan di dukung oleh pengalaman atau bukti.
Pesan sederhana yang nyata sering kali terasa lebih meyakinkan daripada janji besar yang sulit di buktikan.
Kepercayaan juga terbentuk dari kesesuaian antara apa yang di katakan dan apa yang benar-benar di berikan kepada pelanggan.
Buat Pesan yang Memiliki Karakter Brand
Pesan marketing yang mudah di ingat biasanya memiliki karakter yang konsisten dengan brand.
Sebuah brand dapat memilih gaya komunikasi yang profesional, ramah, edukatif, santai, atau tegas. Tidak ada satu gaya yang harus di gunakan oleh semua bisnis. Yang penting adalah karakter tersebut jelas dan sesuai dengan target market.
Sinergi Corpora Indonesia menjelaskan bahwa branding yang konsisten dalam komunikasi, visual, dan pelayanan membantu pelanggan lebih mudah mengenali serta mengingat sebuah brand.
Karena itu, jangan sampai media sosial terasa sangat santai, website terasa terlalu formal, sedangkan komunikasi sales memiliki karakter yang sama sekali berbeda.
Perbedaan gaya memang boleh. Namun, kepribadian brand tetap perlu terasa.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Ulangi Pesan dengan Cara yang Berbeda
Mudah di ingat bukan berarti harus menggunakan satu kalimat yang sama secara terus-menerus.
Sebuah pesan dapat di ulang melalui berbagai bentuk. Misalnya, melalui artikel, video pendek, caption, presentasi sales, email, atau materi visual.
Intinya tetap sama, tetapi cara penyampaiannya menyesuaikan media.
Cara ini membantu pelanggan semakin familiar dengan pesan brand tanpa merasa terus-menerus melihat iklan yang sama.
Dalam strategi digital marketing, konsistensi konten dan komunikasi menjadi bagian penting untuk membantu memperkuat brand awareness. Sinergi Corpora Indonesia juga menempatkan media sosial, website, content marketing, dan kanal digital sebagai bagian dari strategi marketing modern.
Gunakan Storytelling yang Dekat dengan Kehidupan Pelanggan
Pesan yang berupa cerita sering kali lebih mudah di pahami di bandingkan rangkaian informasi yang hanya berisi spesifikasi.
Cerita dapat di mulai dari masalah sederhana yang sering di alami pelanggan. Kemudian, ceritakan bagaimana masalah tersebut dapat di selesaikan melalui solusi yang di tawarkan.
Tidak perlu selalu membuat cerita yang dramatis. Cerita yang sederhana dan realistis justru sering terasa lebih dekat.
Misalnya, sebuah brand dapat menceritakan situasi ketika pelanggan mengalami kesulitan, lalu menunjukkan bagaimana produk atau layanan membantu menyelesaikannya.
Dengan pendekatan tersebut, pelanggan tidak hanya melihat produk. Mereka juga dapat membayangkan situasi ketika produk itu di gunakan.
Jangan Membuat Semua Konten Terasa Seperti Iklan
Salah satu alasan pesan marketing cepat di lupakan adalah karena setiap komunikasi terasa seperti menjual.
Padahal, pelanggan juga membutuhkan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan.
Karena itu, perusahaan dapat membuat konten edukasi yang membahas masalah, memberikan tips, menjawab pertanyaan, atau menjelaskan sesuatu yang memang berguna.
Sinergi Corpora Indonesia menyebut konten edukasi dan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan audiens sebagai bagian dari penguatan branding digital.
Ketika brand konsisten memberikan manfaat, pelanggan memiliki alasan untuk terus memperhatikan kontennya.
Dengan demikian, hubungan tidak hanya terbentuk ketika perusahaan sedang menawarkan produk.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Gunakan Konsistensi di Semua Saluran
Pesan marketing sebaiknya memiliki arah yang sama di berbagai saluran komunikasi.
Website, media sosial, materi presentasi, iklan, dan komunikasi sales boleh memiliki format yang berbeda. Namun, nilai utama yang di sampaikan seharusnya tetap sejalan.
Konsistensi ini penting karena pelanggan bisa bertemu dengan brand melalui berbagai titik kontak.
Mereka mungkin pertama kali melihat konten di media sosial. Setelah itu, mereka mengunjungi website. Kemudian, mereka berbicara dengan sales.
Jika ketiga pengalaman tersebut menyampaikan karakter dan nilai yang berbeda, pelanggan akan lebih sulit memahami positioning brand.
Sebaliknya, pesan yang konsisten membantu membentuk gambaran yang lebih jelas.
Buat Pesan yang Relevan dengan Waktu
Pesan yang baik juga perlu mempertimbangkan situasi pelanggan.
Pesan yang relevan hari ini belum tentu tetap relevan beberapa bulan kemudian.
Perubahan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, dan cara pelanggan mencari informasi dapat memengaruhi pendekatan komunikasi. Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan bahwa marketing modern membutuhkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi serta preferensi konsumen.
Karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi pesan secara berkala.
Bukan berarti pesan harus terus di ganti. Namun, perusahaan perlu memastikan bahwa pesan tersebut masih menjawab kebutuhan pasar.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Dengarkan Respons dari Pelanggan
Terkadang perusahaan merasa sebuah pesan sudah sangat jelas, tetapi pelanggan ternyata memiliki pemahaman berbeda.
Di sinilah feedback menjadi penting.
Perhatikan pertanyaan yang sering di ajukan pelanggan. Dengarkan bagian mana yang masih membuat mereka bingung. Amati pula kata-kata yang mereka gunakan ketika menjelaskan masalah dan kebutuhan mereka.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk memperbaiki komunikasi.
Bahkan, bahasa yang digunakan pelanggan dapat membantu perusahaan menemukan kata-kata yang terasa lebih natural ketika digunakan dalam materi marketing.
Pesan yang Mudah Diingat Tidak Harus Panjang
Ada anggapan bahwa semakin lengkap sebuah pesan, semakin baik hasilnya.
Dalam praktiknya, pesan yang terlalu panjang dapat membuat inti komunikasi justru tertutup oleh informasi lain.
Karena itu, perusahaan perlu berani menyederhanakan.
Sampaikan inti masalah. Jelaskan manfaat utama. Tunjukkan alasan produk relevan. Kemudian arahkan pelanggan pada langkah berikutnya.
Setelah itu, detail tambahan dapat di berikan pada halaman, katalog, website, atau percakapan berikutnya.
Dengan pembagian seperti ini, pelanggan tidak di paksa memahami semuanya dalam satu kesempatan.
Pastikan Pesan Sesuai dengan Pengalaman Nyata
Pesan marketing yang kuat pada akhirnya tetap harus di dukung oleh kenyataan.
Kalau perusahaan mengatakan pelayanannya cepat, pelanggan harus merasakan respons yang cepat. Kalau brand mengatakan produknya praktis, proses penggunaan juga seharusnya tidak membuat pelanggan kesulitan.
Branding tidak berhenti pada apa yang di katakan perusahaan. Persepsi pelanggan di bentuk melalui pengalaman yang mereka terima.
Sinergi Corpora Indonesia juga menjelaskan bahwa branding berkaitan dengan bagaimana pelanggan melihat, merasakan, dan mempercayai sebuah bisnis, sehingga komunikasi perlu berjalan selaras dengan pengalaman yang di berikan.
Karena itu, pesan marketing sebaiknya menjadi cerminan dari nilai yang memang mampu di berikan perusahaan.
Cara Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat: Evaluasi Pesan Secara Berkala
Setelah sebuah pesan di gunakan, jangan langsung menganggap pekerjaan selesai.
Perusahaan perlu melihat bagaimana respons audiens terhadap pesan tersebut. Apakah konten mendapatkan interaksi yang relevan? Apakah sales lebih mudah menjelaskan produk setelah pesan di perjelas?
Evaluasi seperti ini dapat membantu perusahaan menemukan pola yang bekerja dengan baik.
Seiring waktu, perusahaan dapat menyempurnakan kata-kata, contoh, pendekatan, dan media yang di gunakan.
Dengan demikian, komunikasi marketing berkembang berdasarkan pengalaman nyata, bukan hanya asumsi internal.
Cara Sederhana Membuat Pesan Marketing Lebih Mudah Di ingat
Pada dasarnya, pesan marketing yang mudah di ingat berawal dari sesuatu yang sederhana. Tentukan satu hal yang ingin pelanggan ingat, hubungkan dengan kebutuhan mereka, lalu jelaskan manfaatnya menggunakan bahasa yang mudah di pahami.
Setelah itu, gunakan karakter brand secara konsisten. Sampaikan pesan melalui berbagai media tanpa kehilangan inti komunikasi. Kemudian, dukung pesan tersebut dengan konten yang memberikan manfaat dan pengalaman pelanggan yang sesuai.
Tidak perlu mencoba mengatakan semuanya dalam satu pesan.
Terkadang, satu kalimat yang jelas dan relevan jauh lebih kuat daripada satu paragraf yang penuh dengan keunggulan produk.
Yang terpenting bukan seberapa banyak informasi yang berhasil di masukkan, tetapi seberapa jelas pelanggan memahami dan mengingat pesan tersebut.
Coach Dian Saputra Sebagai Trainer/Motivator dalam Bidang Marketing
Coach Dian Saputra merupakan trainer dan motivator yang aktif dalam pengembangan SDM dan bisnis, termasuk bidang Sales Excellence dan Marketing Execution. Materi yang di tawarkan melalui Dian Saputra & Associate mencakup pengembangan komunikasi, sales, marketing, dan program yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan serta studi kasus di lapangan. Pendekatan pelatihan yang fun, aplikatif, atraktif, dan solutif menjadi bagian dari karakter program yang di tawarkan.
Kesimpulan
Cara membuat pesan marketing lebih mudah di ingat tidak harus di mulai dengan konsep yang rumit. Perusahaan dapat memulainya dengan menentukan satu pesan utama yang benar-benar ingin di tanamkan di benak pelanggan.
Setelah itu, hubungkan pesan dengan kebutuhan pelanggan. Jelaskan manfaat dengan bahasa sederhana, kurangi klaim yang tidak di perlukan, dan gunakan karakter brand secara konsisten.
Pesan yang baik juga perlu hadir melalui berbagai saluran. Website, media sosial, konten, iklan, hingga komunikasi sales sebaiknya memiliki arah yang sama sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman brand yang lebih jelas.
Pada akhirnya, pesan marketing akan lebih mudah di ingat ketika pelanggan merasa pesan tersebut relevan dengan dirinya. Jadi, jangan hanya bertanya, “Apa yang ingin kita sampaikan?”
Cobalah bertanya lebih jauh, “Apa yang perlu pelanggan pahami, rasakan, dan ingat setelah melihat komunikasi kita?”
Dari sanalah pesan marketing dapat menjadi lebih sederhana, lebih manusiawi, dan lebih bermakna.

Bangun Strategi Marketing yang Lebih Kuat dan Mudah Di ingat
Pesan marketing yang efektif membutuhkan pemahaman terhadap pelanggan, kemampuan komunikasi, strategi branding, dan konsistensi dalam eksekusi. Karena itu, perusahaan perlu membangun kemampuan tim secara menyeluruh agar pesan yang dibuat tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu mendukung tujuan bisnis.
Pelajari lebih lanjut mengenai pengembangan SDM, marketing, sales, dan bisnis melalui Dian Saputra & Associate – motivatorcorporate.com dan informasi program resmi dari Sinergi Corpora Indonesia.
Ingin meningkatkan kemampuan marketing dan komunikasi tim perusahaan Anda? Hubungi WhatsApp 082245009200 untuk konsultasi kebutuhan training dan pengembangan bisnis.