
Cara Menentukan Sudut Pandang Konten agar Tidak Terlihat Generik
Cara Menentukan Sudut Pandang – Membuat konten secara rutin tidak selalu berarti membuat konten yang benar-benar menarik. Salah satu masalah yang sering muncul adalah konten terasa terlalu umum. Topiknya mungkin benar, informasinya juga bermanfaat, tetapi pembaca tidak menemukan alasan kuat untuk terus membaca.
Di sinilah sudut pandang konten menjadi penting. Dua orang bisa membahas topik yang sama, tetapi menghasilkan konten yang terasa sangat berbeda karena mereka melihat masalah dari sisi yang berbeda.
Konten yang tidak generik bukan berarti harus selalu kontroversial atau menggunakan gaya bahasa yang aneh. Justru, konten yang kuat biasanya lahir dari kemampuan melihat persoalan secara lebih spesifik dan dekat dengan kondisi audiens.

Mengapa Konten Bisa Terlihat Generik?
Konten sering terlihat generik ketika pembahasannya terlalu luas. Misalnya, sebuah brand membuat konten dengan topik “Cara Meningkatkan Penjualan”. Topik tersebut memang relevan, tetapi sudah sangat sering dibahas.
Masalahnya bukan pada topiknya. Masalahnya adalah belum ada sudut pandang yang membuat pembahasan tersebut terasa berbeda.
Pembaca mungkin bertanya, “Apa yang akan saya dapatkan dari artikel ini yang belum saya temukan di tempat lain?”
Pertanyaan tersebut penting bagi pembuat konten. Sebab, audiens saat ini memiliki banyak pilihan sumber informasi. Mereka tidak hanya mencari informasi, tetapi juga mencari penjelasan yang sesuai dengan situasi yang sedang mereka hadapi.
Karena itu, sebelum membuat konten, jangan hanya bertanya, “Apa yang ingin saya sampaikan?” Cobalah mengubah pertanyaannya menjadi, “Masalah apa yang sedang dialami audiens dan dari sisi mana saya bisa membahasnya?”
Cara Menentukan Sudut Pandang Konten: Mulai dari Masalah Nyata Audiens
Cara paling sederhana untuk menemukan sudut pandang adalah dengan memperhatikan masalah nyata yang dialami audiens.
Misalnya, Anda ingin membuat konten tentang marketing. Daripada hanya membahas “Strategi Marketing untuk Bisnis”, Anda bisa mengambil sudut pandang yang lebih dekat dengan pengalaman pelanggan.
Contohnya, “Mengapa Konten yang Sudah Rutin Dibuat Belum Tentu Menghasilkan Pelanggan?”
Pembahasannya menjadi lebih spesifik. Audiens yang mengalami kondisi tersebut akan merasa bahwa konten tersebut memang dibuat untuk menjawab persoalan mereka.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan prinsip pelatihan Sinergi Corpora Indonesia yang menekankan penggunaan studi kasus dan persoalan nyata agar pembelajaran lebih relevan serta dapat diterapkan di lapangan.
Dalam pembuatan konten, prinsip tersebut juga bisa diterapkan. Semakin dekat pembahasan dengan situasi nyata audiens, semakin mudah konten terasa relevan.
Cara Menentukan Sudut Pandang Konten: Jangan Hanya Membahas Topik, Tentukan Posisi Anda
Satu topik dapat menghasilkan banyak sudut pandang.
Contohnya adalah topik “pelayanan pelanggan”. Anda bisa membahasnya dari sisi kecepatan respons, pengalaman pelanggan, cara menghadapi komplain, komunikasi karyawan, atau bahkan kesalahan perusahaan ketika terlalu fokus pada prosedur.
Masing-masing memiliki perspektif berbeda.
Inilah yang membuat sebuah konten tidak mudah terasa seperti hasil pengulangan informasi dari berbagai sumber.
Anda tidak harus menemukan topik yang benar-benar baru. Yang lebih penting adalah menemukan cara baru dalam melihat topik yang sudah ada.
Konten tentang kepemimpinan, sales, marketing, maupun service excellence misalnya, tetap dapat dibuat menarik ketika dikaitkan dengan kondisi yang benar-benar terjadi dalam pekerjaan sehari-hari.
Cara Menentukan Sudut Pandang Konten: Gunakan Pertanyaan yang Sering Muncul dari Audiens
Pertanyaan pelanggan, calon pelanggan, peserta training, atau bahkan tim internal perusahaan dapat menjadi sumber sudut pandang yang sangat kuat.
Ketika seseorang bertanya, sebenarnya mereka sedang menunjukkan bagian mana yang belum mereka pahami.
Dari sana, Anda bisa menemukan ide konten yang lebih manusiawi.
Misalnya ada pertanyaan, “Kenapa pelanggan sudah tertarik tetapi tidak kunjung membeli?”
Daripada membuat artikel umum tentang teknik closing, Anda bisa mengambil sudut pandang “Mengapa Calon Pelanggan yang Tertarik Belum Tentu Siap Membeli?”
Pembahasan tersebut terasa lebih spesifik karena berangkat dari situasi yang sering di alami oleh sales.
Konten seperti ini juga memiliki peluang lebih besar untuk menjawab kebutuhan pencarian audiens karena pembahasannya menggunakan masalah yang benar-benar mereka rasakan.
Masukkan Pengalaman dan Contoh Nyata
Sudut pandang akan semakin kuat ketika tidak hanya berisi teori.
Pengalaman di lapangan dapat memberikan konteks yang membuat pembaca lebih mudah memahami sebuah gagasan. Cerita tentang situasi yang pernah terjadi, kesalahan yang sering di lakukan, atau perubahan yang terlihat setelah strategi di terapkan dapat membuat konten terasa lebih hidup.
Inilah salah satu alasan mengapa pendekatan berbasis pengalaman dan studi kasus penting dalam pengembangan SDM. Sinergi Corpora Indonesia sendiri menempatkan materi yang interaktif, aplikatif, dan solutif sebagai bagian dari pendekatan pelatihannya.
Konten pun sebaiknya memiliki karakter yang sama. Jangan berhenti pada “apa yang seharusnya di lakukan”, tetapi jelaskan juga mengapa hal tersebut penting dan bagaimana penerapannya dalam kondisi nyata.
Coach Dian Saputra: Sudut Pandang Konten Harus Dekat dengan Masalah Nyata
Dalam bidang pengembangan SDM, bisnis, leadership, sales, marketing, dan service excellence, Coach Dian Saputra sebagai Trainer/Motivator menekankan pentingnya pendekatan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Sinergi Corpora Indonesia menjelaskan bahwa materi training dapat di sesuaikan berdasarkan studi kasus maupun masalah yang terjadi di lapangan, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi dapat di terapkan secara langsung.
Prinsip tersebut relevan ketika diterapkan dalam strategi konten. Konten yang baik bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi membantu audiens melihat masalah mereka dari perspektif yang lebih jelas.
Profil resmi Dian Saputra & Associate juga menjelaskan pengalaman Coach Dian Saputra sebagai profesional trainer dan motivator sejak 2011, dengan pendekatan materi yang aplikatif, atraktif, dan solutif.
Buat Konten Seolah Anda Sedang Berbicara dengan Satu Orang
Salah satu cara sederhana agar tulisan tidak terdengar seperti artikel generik adalah membayangkan Anda sedang berbicara dengan satu orang.
Bayangkan seorang sales yang sedang kesulitan mencapai target. Bayangkan seorang leader yang kesulitan membuat timnya bergerak. Atau bayangkan pemilik bisnis yang sudah membuat banyak konten tetapi belum mendapatkan respons yang di harapkan.
Ketika Anda memiliki gambaran yang jelas mengenai siapa yang sedang di ajak bicara, pilihan kata dan sudut pandang biasanya menjadi lebih spesifik.
Tulisan pun terasa lebih manusiawi karena tidak mencoba berbicara kepada semua orang sekaligus.
Cari Perbedaan Kecil yang Sering Di Abaikan
Konten yang menarik tidak selalu berasal dari ide besar. Kadang-kadang justru muncul dari hal kecil yang sering di lewatkan.
Misalnya bukan membahas “Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan”, tetapi membahas “Mengapa Pelanggan Bisa Kecewa Meski Masalahnya Sudah Di selesaikan?”
Perbedaannya memang terlihat kecil. Namun, pertanyaan tersebut membuka pembahasan yang lebih dalam tentang pengalaman pelanggan.
Inilah fungsi sudut pandang. Ia membantu Anda menemukan bagian tertentu dari sebuah masalah yang sebelumnya terlihat biasa saja.
Jangan Memaksakan Sudut Pandang yang Tidak Sesuai
Mencari sudut pandang bukan berarti membuat sesuatu terlihat berbeda hanya demi mendapatkan perhatian.
Jika sebuah perspektif tidak sesuai dengan kebutuhan audiens, konten justru bisa terasa di buat-buat.
Sudut pandang yang baik tetap harus memiliki hubungan dengan masalah, kebutuhan, pengalaman, atau tujuan audiens. Karena itu, sebelum menentukan angle, pahami terlebih dahulu siapa yang membaca dan perubahan apa yang ingin Anda bantu ciptakan melalui konten tersebut.
Pada akhirnya, konten yang kuat bukanlah konten yang paling rumit. Konten yang kuat adalah konten yang mampu membuat seseorang berkata, “Ini persis masalah yang sedang saya alami.”
Kesimpulan
Menentukan sudut pandang konten adalah proses melihat topik dari sisi yang lebih spesifik. Anda tidak selalu membutuhkan topik baru untuk menghasilkan konten yang berbeda.
Mulailah dari masalah nyata audiens. Perhatikan pertanyaan yang sering muncul. Hubungkan topik dengan pengalaman lapangan. Kemudian pilih satu sisi masalah yang ingin Anda jelaskan secara lebih mendalam.
Dengan cara tersebut, konten akan terasa lebih relevan dan tidak sekadar mengulang informasi yang sudah banyak beredar.
Pada akhirnya, tujuan membuat konten bukan hanya agar orang melihatnya. Konten yang baik seharusnya membuat audiens merasa di pahami, mendapatkan perspektif baru, dan menemukan sesuatu yang bisa mereka gunakan dalam kehidupan atau pekerjaan mereka.

Saatnya Membuat Konten yang Lebih Spesifik dan Berdampak
Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan kemampuan tim dalam marketing, sales, leadership, service excellence, maupun pengembangan SDM, pendekatan berbasis kebutuhan dan studi kasus dapat menjadi pilihan untuk membantu tim memahami sekaligus menerapkan materi secara lebih nyata. Sinergi Corpora Indonesia menyediakan program training yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Untuk informasi program dan konsultasi kebutuhan training, Anda dapat mengunjungi motivatorcorporate.com atau Sinergi Corpora Indonesia. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp 082245009200.